Dokumen ini menjelaskan istilah-istilah yang digunakan dalam dokumentasi, proses analisis spasial, serta modul-modul pada LaSPUR. Glosarium ini bertujuan agar pengguna memiliki pemahaman yang sama terhadap setiap istilah teknis yang digunakan.
A
| Atribut |
Informasi non-spasial yang melekat pada suatu objek geografis, misalnya nama kawasan, kategori penggunaan lahan, atau nilai prioritas. |
| Analisis Spasial |
Proses analisis berdasarkan hubungan lokasi, bentuk, luas, maupun kedekatan antar objek spasial. |
B
| Bounding Box |
Batas minimum dan maksimum suatu dataset spasial yang dinyatakan dalam koordinat X dan Y. |
| Buffer |
Zona dengan jarak tertentu yang dibuat mengelilingi suatu objek spasial. |
C
| CRS (Coordinate Reference System) |
Sistem koordinat yang digunakan untuk merepresentasikan posisi objek di permukaan bumi. |
| Clip |
Operasi untuk memotong data spasial menggunakan batas wilayah tertentu. |
D
| Dataset |
Sekumpulan data yang digunakan sebagai masukan maupun keluaran analisis. |
| Dissolve |
Proses menggabungkan beberapa polygon yang memiliki atribut sama menjadi satu polygon. |
E
| Extent |
Luas cakupan spasial suatu dataset. |
| Explode Polygon |
Proses memisahkan polygon bertipe multipart menjadi polygon tunggal (singlepart). |
F
| Feature |
Satu objek spasial pada dataset vektor, misalnya satu polygon kawasan atau satu garis jalan. |
G
| Geometri |
Bentuk spasial suatu objek, dapat berupa titik, garis, atau polygon. |
| GeoTIFF |
Format raster yang menyimpan nilai piksel beserta informasi koordinat geografis. |
I
| Intersect |
Operasi overlay yang menghasilkan bagian wilayah yang saling beririsan antar dua dataset. |
K
| Kawasan Prioritas |
Kawasan yang memperoleh nilai prioritas tertentu berdasarkan aturan atau tabel acuan. |
| Koordinat |
Nilai posisi suatu objek pada sistem koordinat tertentu. |
L
| Layer |
Satu kumpulan data spasial yang merepresentasikan tema tertentu. |
| Land Use |
Penggunaan lahan oleh manusia seperti permukiman, sawah, perkebunan, dan hutan. |
| Land Cover |
Tutupan fisik permukaan bumi seperti vegetasi, badan air, atau kawasan terbangun. |
M
| Metadata |
Informasi yang menjelaskan karakteristik suatu dataset, seperti format, sistem koordinat, jumlah fitur, resolusi, dan sumber data. |
| Multipart Polygon |
Polygon yang terdiri dari beberapa bagian geometri namun dianggap sebagai satu feature. |
O
| Overlay |
Analisis spasial yang menggabungkan dua atau lebih layer berdasarkan lokasi geografisnya. |
P
| PADU |
Modul LaSPUR untuk analisis kesesuaian dan prioritas penggunaan ruang berdasarkan berbagai data masukan. |
| Piksel |
Unit terkecil pada data raster yang menyimpan satu nilai tertentu. |
| Polygon |
Objek spasial berbentuk area tertutup. |
| Proyeksi |
Transformasi koordinat dari permukaan bumi ke bidang datar menggunakan sistem tertentu. |
R
| Raster |
Data spasial berbentuk grid yang terdiri dari kumpulan piksel. |
| Resolusi Raster |
Ukuran satu piksel pada data raster. Semakin kecil ukuran piksel, semakin tinggi detail data. |
| Reclass |
Proses mengubah nilai raster menjadi kelas baru berdasarkan aturan tertentu. |
| Rekonsiliasi |
Tahapan membandingkan dan menyelaraskan dua atau lebih sumber informasi spasial. |
| RTRW |
Rencana Tata Ruang Wilayah yang mengatur pemanfaatan ruang daratan. |
| RZWP3K |
Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang mengatur pemanfaatan ruang laut. |
S
| SERASI |
Modul LaSPUR untuk analisis keserasian antara RTRW dan RZWP3K. |
| Shapefile |
Format data vektor yang terdiri dari beberapa file (.shp, .dbf, .shx, .prj, dll.). |
| Singlepart Polygon |
Polygon yang hanya memiliki satu bagian geometri. |
| Spatial Join |
Proses menggabungkan atribut berdasarkan hubungan spasial antar objek. |
| Spatial Reference |
Sistem referensi koordinat yang digunakan oleh suatu dataset. |
T
| Topologi |
Hubungan spasial antar objek seperti saling bersinggungan, berpotongan, atau saling terhubung. |
| Transformasi Koordinat |
Proses mengubah sistem koordinat suatu dataset ke sistem koordinat lainnya. |
U
| Union |
Operasi overlay yang menggabungkan seluruh area dari dua layer menjadi satu dataset baru. |
V
| Validasi Data |
Pemeriksaan kualitas data untuk memastikan struktur, atribut, geometri, dan metadata telah sesuai. |
| Vektor |
Data spasial yang direpresentasikan sebagai titik, garis, atau polygon. |
W
| WGS84 |
Sistem koordinat geografis (EPSG:4326) yang umum digunakan untuk penyimpanan dan visualisasi data spasial. |
Istilah dalam LaSPUR
| Tahap Persiapan Data |
Tahapan pengumpulan, standarisasi, dan validasi seluruh data masukan. |
| Tahap SERASI |
Analisis keserasian antara RTRW dan RZWP3K. |
| Tahap PADU |
Analisis prioritas penggunaan ruang berdasarkan berbagai parameter. |
| Tahap Rekonsiliasi |
Penyelarasan hasil analisis antar modul sebelum menghasilkan keluaran akhir. |
| Lookup Table |
Tabel referensi yang digunakan untuk menghubungkan nilai atribut dengan klasifikasi atau prioritas tertentu. |
| Matriks SERASI |
Matriks yang digunakan untuk menentukan tingkat keserasian antara kategori RTRW dan kategori RZWP3K. |
| Prioritas |
Nilai yang menunjukkan tingkat kepentingan suatu kategori dalam proses analisis. |
| Workflow |
Urutan proses analisis yang dilakukan oleh modul LaSPUR. |
| Output |
Dataset hasil yang dihasilkan dari setiap tahapan analisis. |
Singkatan
| CRS |
Coordinate Reference System |
| GIS |
Geographic Information System |
| EPSG |
European Petroleum Survey Group Coordinate Reference Code |
| RTRW |
Rencana Tata Ruang Wilayah |
| RZWP3K |
Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil |
| WGS84 |
World Geodetic System 1984 |
| DEM |
Digital Elevation Model |
| AOI |
Area of Interest |
| ROI |
Region of Interest |
Referensi
- OGC (Open Geospatial Consortium)
- Badan Informasi Geospasial (BIG)
- Dokumentasi LaSPUR
- Dokumentasi GDAL, PROJ, dan sf (R)