Penyusunan Alternatif Tumpang Tindih
Analisis Penyusunan Alternatif Area Tumpang Tindih bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan opsi-opsi rekomendasi penyelesaian konflik ruang pada area yang bertampalan (tumpang tindih) dalam proses integrasi tata ruang darat dan laut.
Pada tahap ini, proses dilakukan melalui dua langkah utama: Menyaring Kasus berbasis hasil analisis PADAN, serta Menentukan Kawasan Alternatif menggunakan Matriks SERASI dan tabel seleksi zona intermediate.
1 Input Mandatory
Bagian ini berisi data dan masukan yang wajib tersedia sebelum proses penyusunan alternatif tumpang tindih dijalankan.
| No. | Langkah | Data | Format | Peran |
| 1 | Langkah 1 | Peta Hasil Analisis PADAN | GeoPackage (.gpkg) | Input spasial utama hasil analisis PADAN |
| 2 | Langkah 2 | Matriks SERASI | Tabular |
2 Langkah 1: Menyaring Kasus
Pada langkah awal ini, pengguna menyaring dan mengidentifikasi area konflik tumpang tindih berdasarkan hasil integrasi Indeks PADAN.
2.1 Peta Hasil Analisis PADAN
2.1.1 Deskripsi
Peta Hasil Analisis PADAN merupakan file spasial format GeoPackage (idx_padan.gpkg) yang memuat gabungan Indeks SERASI dan Indeks PADU. Data ini digunakan untuk menyaring unit-unit spasial tumpang tindih yang memerlukan formulasi alternatif kebijakan.
2.1.2 Preview
2.1.3 Spesifikasi Teknis
2.1.4 Pemeriksaan Data
3 Langkah 2: Menentukan Kawasan Alternatif
Pada langkah ini, opsi-opsi alternatif kawasan ditentukan berdasarkan nilai kesesuaian pada matriks serta jumlah alokasi opsi yang dikonfigurasi.
3.1 Matriks SERASI
3.1.1 Deskripsi
Matriks SERASI merupakan tabel acuan yang menentukan tingkat kesesuaian (compatibility) antara kelas alokasi ruang darat (RTRW) dan ruang laut (RZWP3K) pada area tumpang tindih.
3.1.2 Data yang Digunakan
| Nama Data | Format | Keterangan | Sumber | Tahun Data | URL |
|---|---|---|---|---|---|
| Matriks SERASI | Excel | Tabel matriks indeks kesesuaian RTRW dan RZWP3K. | — | — | — |
3.1.3 Definisi Kolom
| Kolom | Tipe Data | Keterangan |
|---|---|---|
| RTRW_RZWP3K | Character | Nama kelas RTRW sebagai baris matriks. |
| Kawasan Konservasi Maritim | Numeric | Nilai indeks kesesuaian terhadap zona terkait. |
| Suaka | Numeric | Nilai indeks kesesuaian terhadap zona terkait. |
| Kolom zona lainnya | Numeric | Seluruh kolom zona RZWP3K dengan nilai indeks kesesuaian. |
3.1.4 Preview
3.1.5 Spesifikasi
4 Parameter
Pada Langkah 2, penyusunan alternatif dikonfigurasi menggunakan parameter berikut:
- Jumlah Opsi Alternatif per Kasus: Memungkinkan pengguna menetapkan batas maksimum alokasi skenario pilihan kawasan alternatif yang akan dibuat untuk setiap unit kasus tumpang tindih.
5 Input Intermediate
Bagian ini berisi tabel antara yang dihasilkan atau diperbarui oleh pengguna selama proses penentuan zona alternatif berlangsung.
5.1 Tabel Seleksi Zona Alternatif Tumpang Tindih
5.1.1 Deskripsi
Tabel ini merupakan data tabular intermediate yang menyimpan daftar kasus tumpang tindih beserta rincian pilihan kawasan alternatif yang telah diisi/dipilih untuk analisis skenario akhir.
5.1.2 Data yang Digunakan
| Nama Data | Format | Keterangan | Sumber | Tahun Data | URL |
|---|---|---|---|---|---|
| Overlaps Alternative Selections | Excel | Tabel isian pilihan zona alternatif tumpang tindih. | Sistem / User | — | — |
5.1.3 Definisi Kolom
| Kolom | Tipe Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Case_ID | Numeric / Character | Kode identitas unik untuk setiap unit kasus tumpang tindih. |
| RTRW_Class | Character | Kelas pola ruang RTRW awal. |
| RZWP3K_Class | Character | Kelas zonasi RZWP3K awal. |
| Selected_Alternative | Character | Nomenklatur usulan zona alternatif yang dipilih. |
| Score_SERASI | Numeric | Nilai indeks kesesuaian alternatif. |