PADU-KE

1 Input Mandatory

1.1 Peta Indeks SERASI

1.1.1 Deskripsi

Peta Indeks SERASI merupakan hasil dari analisis SERASI yang digunakan sebagai salah satu input utama dalam analisis PADU-KE. Data ini memuat informasi hasil identifikasi hubungan atau konflik spasial antara alokasi ruang darat dan laut yang selanjutnya menjadi dasar dalam penilaian keterpaduan penggunaan lahan dan perairan.

Output yang digunakan pada tahap ini berupa data spasial dalam format GeoPackage (.gpkg) atau Shapefile (.shp).

1.1.2 Preview

1.1.3 Spesifikasi Teknis

1.1.4 Pemeriksaan Data


1.2 Peta Tutupan/Penggunaan Lahan

1.2.1 Deskripsi

Peta Tutupan/Penggunaan Lahan merupakan data spasial yang digunakan dalam analisis PADU-KE (Keterpaduan Penggunaan Lahan dan Perairan). Dataset ini merepresentasikan ekosistem pesisir yang menjadi bagian dari penilaian keterpaduan antara penggunaan lahan dan kondisi ekologi wilayah pesisir.

Data yang digunakan pada contoh analisis berupa data gabungan terumbu karang dan padang lamun. Informasi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi area dengan karakteristik ekosistem pesisir yang relevan dalam penilaian keterpaduan ruang.

1.2.2 Data yang Digunakan

Nama Data Format Keterangan Sumber Tahun URL
PL2024_Coral Seagrass Union Shapefile Data gabungan terumbu karang dan padang lamun yang digunakan sebagai salah satu input spasial dalam analisis PADU-KE.

1.2.3 Preview

1.2.4 Spesifikasi Teknis

1.2.5 Pemeriksaan Data


2 Input Intermediate

2.1 Tabel Matriks PADU-KE

2.1.1 Deskripsi

Matriks PADU-KE merupakan tabel acuan yang digunakan untuk menentukan tingkat hubungan spasial antar kelas tutupan atau penggunaan lahan dalam perhitungan PADU-KE (Keterpaduan Penggunaan Lahan dan Perairan).

Setiap nilai pada matriks menunjukkan tingkat kedekatan atau hubungan spasial antara suatu kelas dengan kelas lainnya. Matriks ini digunakan oleh proses analisis sebagai dasar dalam menentukan nilai keterpaduan antar kelas.

Catatan: Data yang ditampilkan pada halaman ini merupakan contoh struktur tabel yang digunakan untuk mendokumentasikan format dan jenis informasi yang diperlukan oleh modul.


2.1.2 Definisi Kolom

Kolom Tipe Data Keterangan
class Character Nama kelas penutupan lahan yang menjadi baris matriks.
Hutan Lahan Kering Primer Numeric Nilai adjacency terhadap kelas tersebut.
Hutan Lahan Kering Sekunder Numeric Nilai adjacency terhadap kelas tersebut.
Hutan Mangrove Primer Numeric Nilai adjacency terhadap kelas tersebut.
Hutan Rawa Primer Numeric Nilai adjacency terhadap kelas tersebut.
Kolom kelas lainnya Numeric Nilai adjacency terhadap kelas penutupan lahan lainnya.

Secara umum digunakan nilai:

Nilai Arti
3 Konektivitas alami tinggi
2 Bisa berdampingan dengan pengaturan
1 Kurang sesuai/risiko
0 Tidak sesuai/terlarang

2.1.3 Preview

2.1.4 Spesifikasi